Livewell untuk Asuransi Kesehatan

Turunkan loss ratio retail — bersama nasabah Anda.

Wellness-linked insurance: engagement tervalidasi, screening tahunan, dan disease management — mengubah co-payment & kenaikan premi dari keluhan menjadi insentif yang bisa dikendalikan nasabah sendiri.

Pemeriksaan kesehatan di klinik mitra Livewell

Masalah

Kenapa loss ratio retail terus memburuk.

Inflasi biaya medis dua digit hanya separuh cerita — produk kesehatan individual membawa empat penyakit struktural yang tidak dialami polis group.

Adverse selection

Yang paling niat membeli adalah yang merasa akan butuh — pool miring ke risiko buruk sejak hari pertama.

Death spiral persistency

Premi naik → nasabah sehat hengkang → pool memburuk → premi naik lagi. Berulang setiap renewal.

Tanpa gatekeeping

Tidak ada yang berdiri di antara gejala pertama dan tagihan rumah sakit yang besar.

Tanpa touchpoint

Relasi dengan nasabah hanya saat tagih premi dan saat klaim — tidak ada instrumen untuk mengubah risiko.

Momentum 2026

Co-payment wajib: keluhan — atau fitur?

  • Regulasi baru OJK

    Produk kesehatan indemnity baru wajib menerapkan co-payment minimal 10% mulai 2026.

  • Nasabah merasa dihukum

    “Premi naik, kok saya masih harus bayar lagi saat klaim?” — friksi penjualan baru di seluruh industri.

  • Peluangnya

    Asuransi pertama yang membuat co-payment bisa diturunkan oleh nasabahnya sendiri akan memenangkan pasar retail.

10%

co-payment minimum untuk produk indemnity baru — 2026

Beban yang sama bagi semua pemain — pembedanya adalah siapa yang mengubahnya jadi insentif.

Ide inti

Nasabah yang terbukti sehat membayar lebih sedikit.

1

Livewell Health Score

Skor dari aktivitas tervalidasi (GPS, pedometer, pace — anti-cheat), habit Nutrico+, dan screening tahunan — bukan sekadar buka aplikasi.

2

Keringanan co-payment bertingkat

Skor tinggi menurunkan co-payment — misal dari 10% ke 5% atau 0%. Didanai dari penghematan klaim yang diharapkan.

3

Cashback & diskon renewal

Skor tahunan menentukan cashback/diskon premi berikutnya — alasan kuat bagi nasabah sehat untuk bertahan di pool.

Program

Tiga lapis — dari semua nasabah sampai risiko tinggi.

LAPIS 1

Engagement & Reward

Semua nasabah

  • Livewell XP & Nutrico+ sebagai benefit polis
  • Health Score tervalidasi anti-cheat
  • Reward brand partner
  • Touchpoint harian dengan merek Anda

Fee PMPM per polis aktif

Deteksi = hemat

LAPIS 2

Screening Tahunan

Deteksi dini untuk semua

  • Screening dasar di faskes mitra terakreditasi
  • Tarif negosiasi jaringan Livewell
  • Booster Health Score
  • Data risiko segar (consent-based)

Per-screening · volume faskes

LAPIS 3

Disease Management

5–10% nasabah risiko tinggi

  • Coaching ahli gizi terstruktur
  • Jalur klinis dokter 1:1
  • Target: menahan progresi penyakit
  • Cohort penyumbang klaim terbesar

Shared savings vs kontrol

Alokasi lapis dari data klaim + hasil screening — cohort kecil yang menyumbang mayoritas klaim mendapat intervensi paling dalam.

Ilustrasi ekonomi

Breakeven di ±5% penurunan klaim.

Ilustrasi cohort 10.000 polis retail (premi rata-rata Rp 5 jt/tahun, claim ratio 100%): biaya program ±Rp 2,4 M/tahun. Skenario −10% klaim menghasilkan net benefit ±Rp 2,6 M/tahun — belum termasuk efek persistency & seleksi risiko.

Ilustrasi — bukan proyeksi. Angka aktual dihitung bersama tim aktuaria dari data cohort Anda; fase pilot memakai fee PMPM flat, shared savings baru aktif setelah delta terbukti.

Rp 2,4 M

biaya program / tahun

Rp 2,5 M

hemat @ klaim −5%

Rp 5,0 M

hemat @ klaim −10%

Rp 7,5 M

hemat @ klaim −15%

Dari data ke tindakan nyata

Di balik analytics: faskes mitra yang menekan klaim.

Bukan vendor laporan. Livewell bekerja sama dengan mitra faskes Plebo — OneLab by Plebo & Medias by Plebo — sehingga risiko bukan hanya diukur, tapi benar-benar diturunkan. Inilah yang menggerakkan loss ratio klien Anda.

OneLab by Plebo — fasilitas lab & diagnostik
Mitra faskes Livewell: OneLab by Plebo (lab & diagnostik) dan Medias by Plebo (klinik MCU terakreditasi).
OneLab by Plebo — resepsi & lobby

Faskes mitra Plebo terakreditasi

ISO 9001:2015ISO 14001:2015ISO 45001:2018PJK3 Kemnaker RIterdaftar E-Catalog
Lab diagnostik

Lab diagnostik

Diagnostik yang menghasilkan datanya — bukan sekadar dashboard.

Tim medis

Tim medis

Tenaga medis yang menindaklanjuti temuan, bukan hanya grafik.

MCU on-site

MCU on-site

Kami datang langsung ke lokasi kerja, lintas industri.

OlabPro

OlabPro — mitra MCU

Klinik utama berizin hingga 2028 — MCU, laboratorium klinik & home care, terhubung jaringan AdMedika, Medika Plaza, Fullerton Health & BRI Life.

MCU on-site skala besar

20.000+

karyawan dilayani lintas manufaktur, garmen & enterprise

10.700

karyawan ter-screening dalam satu engagement MCU on-site

≈ 20%

penurunan claim-ratio asuransi (program AHM)

4 tahun

membangun platform prevention + wellness terintegrasi

Kepercayaan & kepatuhan

Dirancang untuk lolos review compliance.

Consent-based (UU PDP)

Di retail, data individual dipakai atas persetujuan eksplisit nasabah — karena nasabah yang menikmati insentifnya. Analitik portofolio tetap agregat & anonim.

Preseden pasar yang matang

Wellness-linked insurance sudah berjalan di banyak pasar — bukan konsep eksperimental.

Siap diaudit

Jejak audit, kontrol akses berbasis peran, dan metodologi pengukuran yang disepakati di muka bersama aktuaria.

Insentif terikat pada aktivitas tervalidasi + hasil screening — bukan engagement kosmetik yang bisa diakali.

Cara mulai

Bertahap — mengikuti bukti, bukan mendahuluinya.

  1. 1

    Pilot 6–12 bulan

    Satu cohort tertutup (5–10 rb polis). Engagement + screening + cashback renewal. Fee PMPM flat — risiko Anda terukur.

  2. 2

    Shared savings

    Delta klaim terbukti → skala diperluas, keringanan co-payment dinamis & disease management aktif dengan skema shared savings.

  3. 3

    Dynamic pricing

    Premi renewal terikat Health Score — diajukan sebagai produk baru setelah bukti aktuaria dua fase sebelumnya.

Mulai dari satu cohort.

Bawa tim aktuaria Anda — kami bawa data program korporat kami, desain pilot, dan jaringan faskesnya. Satu workshop setengah hari cukup untuk memutuskan apakah pilot layak jalan.