Wellness-linked insurance: engagement tervalidasi, screening tahunan, dan disease management — mengubah co-payment & kenaikan premi dari keluhan menjadi insentif yang bisa dikendalikan nasabah sendiri.

Masalah
Inflasi biaya medis dua digit hanya separuh cerita — produk kesehatan individual membawa empat penyakit struktural yang tidak dialami polis group.
Yang paling niat membeli adalah yang merasa akan butuh — pool miring ke risiko buruk sejak hari pertama.
Premi naik → nasabah sehat hengkang → pool memburuk → premi naik lagi. Berulang setiap renewal.
Tidak ada yang berdiri di antara gejala pertama dan tagihan rumah sakit yang besar.
Relasi dengan nasabah hanya saat tagih premi dan saat klaim — tidak ada instrumen untuk mengubah risiko.
Momentum 2026
Produk kesehatan indemnity baru wajib menerapkan co-payment minimal 10% mulai 2026.
“Premi naik, kok saya masih harus bayar lagi saat klaim?” — friksi penjualan baru di seluruh industri.
Asuransi pertama yang membuat co-payment bisa diturunkan oleh nasabahnya sendiri akan memenangkan pasar retail.
10%
co-payment minimum untuk produk indemnity baru — 2026
Beban yang sama bagi semua pemain — pembedanya adalah siapa yang mengubahnya jadi insentif.
Ide inti
Skor dari aktivitas tervalidasi (GPS, pedometer, pace — anti-cheat), habit Nutrico+, dan screening tahunan — bukan sekadar buka aplikasi.
Skor tinggi menurunkan co-payment — misal dari 10% ke 5% atau 0%. Didanai dari penghematan klaim yang diharapkan.
Skor tahunan menentukan cashback/diskon premi berikutnya — alasan kuat bagi nasabah sehat untuk bertahan di pool.
Program
LAPIS 1
Semua nasabah
Fee PMPM per polis aktif
LAPIS 2
Deteksi dini untuk semua
Per-screening · volume faskes
LAPIS 3
5–10% nasabah risiko tinggi
Shared savings vs kontrol
Alokasi lapis dari data klaim + hasil screening — cohort kecil yang menyumbang mayoritas klaim mendapat intervensi paling dalam.
Ilustrasi ekonomi
Ilustrasi cohort 10.000 polis retail (premi rata-rata Rp 5 jt/tahun, claim ratio 100%): biaya program ±Rp 2,4 M/tahun. Skenario −10% klaim menghasilkan net benefit ±Rp 2,6 M/tahun — belum termasuk efek persistency & seleksi risiko.
Ilustrasi — bukan proyeksi. Angka aktual dihitung bersama tim aktuaria dari data cohort Anda; fase pilot memakai fee PMPM flat, shared savings baru aktif setelah delta terbukti.
Rp 2,4 M
biaya program / tahun
Rp 2,5 M
hemat @ klaim −5%
Rp 5,0 M
hemat @ klaim −10%
Rp 7,5 M
hemat @ klaim −15%
Bukan vendor laporan. Livewell bekerja sama dengan mitra faskes Plebo — OneLab by Plebo & Medias by Plebo — sehingga risiko bukan hanya diukur, tapi benar-benar diturunkan. Inilah yang menggerakkan loss ratio klien Anda.


Faskes mitra Plebo terakreditasi

Diagnostik yang menghasilkan datanya — bukan sekadar dashboard.

Tenaga medis yang menindaklanjuti temuan, bukan hanya grafik.

Kami datang langsung ke lokasi kerja, lintas industri.

Klinik utama berizin hingga 2028 — MCU, laboratorium klinik & home care, terhubung jaringan AdMedika, Medika Plaza, Fullerton Health & BRI Life.

20.000+
karyawan dilayani lintas manufaktur, garmen & enterprise
10.700
karyawan ter-screening dalam satu engagement MCU on-site
≈ 20%
penurunan claim-ratio asuransi (program AHM)
4 tahun
membangun platform prevention + wellness terintegrasi
Kepercayaan & kepatuhan
Di retail, data individual dipakai atas persetujuan eksplisit nasabah — karena nasabah yang menikmati insentifnya. Analitik portofolio tetap agregat & anonim.
Wellness-linked insurance sudah berjalan di banyak pasar — bukan konsep eksperimental.
Jejak audit, kontrol akses berbasis peran, dan metodologi pengukuran yang disepakati di muka bersama aktuaria.
Insentif terikat pada aktivitas tervalidasi + hasil screening — bukan engagement kosmetik yang bisa diakali.
Cara mulai
Satu cohort tertutup (5–10 rb polis). Engagement + screening + cashback renewal. Fee PMPM flat — risiko Anda terukur.
Delta klaim terbukti → skala diperluas, keringanan co-payment dinamis & disease management aktif dengan skema shared savings.
Premi renewal terikat Health Score — diajukan sebagai produk baru setelah bukti aktuaria dua fase sebelumnya.
Bawa tim aktuaria Anda — kami bawa data program korporat kami, desain pilot, dan jaringan faskesnya. Satu workshop setengah hari cukup untuk memutuskan apakah pilot layak jalan.